CEO Flux Creative Universe

Yohanes Auri: CEO Creative Agency & Tokoh Periklanan Indonesia

“Dari kamar tidur ke Senayan. Dua dekade membangun ide menjadi nilai komersial untuk brand”

Yohanes Auri adalah pemilik dan CEO Flux Creative Universe, creative holding group yang menaungi delapan pilar bisnis kreatif di Indonesia. Ia memulai perjalanannya pada 2006 lewat Flux Design, usaha desain grafis kecil yang ia jalankan dari kamar tidurnya sendiri. Hari ini ia dikenal sebagai salah satu tokoh industri periklanan Indonesia yang memimpin agency kreatif, media buying, hingga production house dalam satu ekosistem.

Jika Anda sedang mencari mitra agency kreatif yang paham cara membuat brand didengar di tengah kebisingan digital, halaman ini menjelaskan siapa Yohanes Auri, apa yang telah ia bangun, dan apa yang bisa timnya kerjakan untuk bisnis Anda.

Yohanes Auri

Dari Flux Design ke Flux Creative Universe

Semua berawal sederhana. Pada 2006, Yohanes Auri mendirikan Flux Design, graphic house kecil yang mengerjakan kebutuhan desain dari kamar tidurnya. Tidak ada jalan pintas. Yang ada hanya proses: belajar, membangun tim, dan memahami bagaimana sebuah ide bisa menjadi nilai komersial.

Pada 2021, Flux resmi bertransformasi menjadi Flux Creative Universe, ekosistem bisnis kreatif dengan visi menjadi “Avenger Kreatif Indonesia”. Bukan sekadar agency, melainkan rumah bagi berbagai bisnis dan talenta kreatif yang saling menguatkan.

5 pilar bisnis, 1 ekosistem kreatif

Bagi brand, struktur ini berarti satu mitra untuk strategi sampai eksekusi, tanpa berpindah-pindah vendor. Pilar yang dinaungi Flux Creative Universe meliputi:

01

Creative agency

Strategi dan konsep kampanye

02

Media buying

Penempatan media yang terukur

03

Production house

Produksi konten dan video

04

Event organizer

Pengalaman brand secara langsung

05

Digital capital

Pendanaan dan akselerasi bisnis digital

Semuanya tumbuh dari satu prinsip: kreativitas bukan lagi pilihan, melainkan keharusan di era digital yang bergerak cepat.

Dipercaya Berkolaborasi dengan Nama-Nama Besar

Yohanes Auri dan Deddy corbuzier

Kepercayaan tidak datang dari klaim, tetapi dari kolaborasi nyata. Yohanes Auri telah membangun kemitraan strategis dengan tokoh dan perusahaan besar di Indonesia:

Deddy Corbuzier

Pada 2022 mereka membentuk agensi kreatif dan digital DNA (Deddy N Auri). PT Dektos Digital Corbuzier juga berinvestasi di Flux Creative Universe.

Grace Tahir

Bersama mendirikan Peak Digital Capital, growth accelerator untuk kreator dan platform media online di Indonesia.

Holywings Group

Meluncurkan HolyFlux, ekosistem media online untuk memperkuat industri konten digital Tanah Air.

Bagi brand yang mencari agency kreatif, ini artinya Anda bekerja dengan mitra jangka panjang, bukan vendor sekali proyek.

Pencapaian yang Diakui Industri

Pencapaian ini lahir dari strategi konten viral organik yang dikembangkan tanpa iklan berbayar. Bukti bahwa storytelling yang kuat masih menjadi senjata paling efektif di lanskap digital yang padat, dan itulah pendekatan yang kini ditawarkan kepada klien.

MURI

11 November 2025. Flux Creative Universe menerima penghargaan MURI atas pencapaian views terbanyak di Indonesia, hasil strategi konten viral organik tanpa iklan berbayar.

Filosofi di Balik Kepemimpinan

“Kreativitas hari ini bukan hanya tentang membuat sesuatu yang terlihat bagus. Kreativitas harus bisa membuat orang berhenti, menonton, membicarakan, dan pada akhirnya memberikan impact kepada brand.”

Yohanes Auri, CEO Flux Creative Universe

Prinsip ini yang dipegang Yohanes Auri saat mengembangkan Flux dari agency kreatif kecil menjadi ekosistem bisnis yang menjawab perubahan cara audiens, khususnya Gen Z, mengonsumsi konten. Targetnya bukan karya yang indah saja, tetapi karya yang benar-benar sampai dan berdampak.

Mengapa Memilih Flux Creative Universe sebagai Agency Kreatif Anda

Terintegrasi

Delapan pilar bisnis menutup kebutuhan dari strategi sampai eksekusi dalam satu ekosistem.

Terbukti

Rekor MURI atas views terbanyak lahir dari strategi konten organik, bukan iklan berbayar.

Dipercaya

Kemitraan dengan Deddy Corbuzier, Grace Tahir, dan Holywings Group.

Berpengalaman

Dipimpin founder yang membangun bisnis kreatif dari nol sejak 2006.

FAQ seputar Yohanes Auri dan Flux Creative Universe

Yohanes Auri adalah pemilik, Founder, dan CEO Flux Creative Universe, creative holding group asal Indonesia dengan delapan pilar bisnis kreatif. Ia memulai kariernya pada 2006 lewat Flux Design, lalu mengembangkannya menjadi grup kreatif berskala nasional.

Flux Creative Universe adalah creative holding group yang didirikan Yohanes Auri. Grup ini menaungi creative agency, media buying, production house, event organizer, dan digital capital, dengan visi menjadi “Avenger Kreatif Indonesia”.

CEO Flux Creative Universe adalah Yohanes Auri. Ia memimpin grup ini sejak bertransformasi dari Flux Design menjadi Flux Creative Universe pada 2021.

Pada 11 November 2025, Flux Creative Universe menerima penghargaan MURI atas pencapaian views terbanyak di Indonesia, hasil strategi konten viral organik tanpa iklan berbayar.

Flux memiliki rekam jejak kolaborasi dengan tokoh dan perusahaan besar, strategi konten organik yang terbukti lewat rekor MURI, serta delapan pilar bisnis yang memungkinkan pendekatan terintegrasi dari strategi hingga eksekusi.

Yohanes Auri kerap berbagi perspektif tentang industri kreatif dan periklanan Indonesia. Untuk undangan, hubungi tim melalui tombol WhatsApp di halaman ini.

Mari Berkolaborasi

Jika Anda sedang mencari digital agency yang memahami cara membangun brand yang benar-benar dilihat dan dibicarakan, atau mencari pembicara yang membawa pengalaman nyata dari industri kreatif Indonesia — Yohanes Auri dan tim Flux Creative Universe siap membahasnya lebih lanjut sesuai kebutuhan Anda.